
BANGKALAN – Academic and Social Studies (ACCESS) menggelar kegiatan audiensi dengan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, pada Sabtu, 24 Mei 2025. Audiensi ini menjadi ruang dialog antara kalangan peneliti dan pemerintah daerah dalam rangka mendorong perumusan kebijakan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, ACCESS secara simbolis menyerahkan Policy Brief yang berisi rekomendasi kebijakan strategis, serta sebuah buku karya para peneliti ACCESS. Dokumen dan karya ilmiah tersebut diharapkan dapat menjadi bahan rujukan bagi Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam proses pengambilan keputusan kebijakan ke depan.
Director Academic and Social Studies (ACCESS), Mashud, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab moral kalangan akademisi dan peneliti terhadap kemajuan daerah, khususnya di wilayah Madura dan Kabupaten Bangkalan.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan intuisi atau pendekatan politis semata, melainkan harus berpijak pada data empiris, riset lapangan, dan analisis ilmiah agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami datang ke sini sebagai bentuk komitmen kami sebagai peneliti untuk turut berkontribusi, tidak hanya melalui kritik, tetapi juga melalui konsep dan pemikiran strategis tentang bagaimana Bangkalan ke depan,” ujar Mashud dalam audiensi tersebut.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas akademik merupakan kunci penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan tepat sasaran. ACCESS, lanjutnya, siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyediakan kajian, riset, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh para peneliti ACCESS. Ia mengapresiasi kontribusi pemikiran dan kajian akademik yang diserahkan, serta menilai bahwa masukan dari kalangan peneliti sangat dibutuhkan dalam menghadapi kompleksitas persoalan pembangunan daerah.
Menurut Lukman Hakim, tantangan pembangunan Bangkalan ke depan membutuhkan pendekatan yang lebih terukur, sistematis, dan berbasis data agar kebijakan yang diambil benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami terbuka terhadap masukan dan rekomendasi dari para akademisi dan peneliti. Policy brief dan buku ini tentu akan kami pelajari dan jadikan referensi dalam perumusan kebijakan daerah,” ujarnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya sinergi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan komunitas riset. Ke depan, ACCESS berkomitmen untuk terus menghadirkan kajian-kajian strategis yang relevan dengan kebutuhan lokal, sekaligus mendorong praktik pembangunan daerah yang lebih partisipatif dan berbasis pengetahuan.
Dengan adanya dialog konstruktif seperti ini, diharapkan kebijakan publik di Kabupaten Bangkalan dapat semakin responsif, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.